Yuvenil

Kebutuhan Aqiqah Apa Saja? Yuk Baca Artikelnya!

Aqiqah merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh umat Muslim sebagai wujud syukur dan penghormatan atas kelahiran seorang bayi.

Aqiqah telah menjadi bagian penting dalam budaya Islam, di mana keluarga mengorbankan hewan kurban dan berbagi dagingnya kepada yang membutuhkan.

kebutuhan-aqiqah
kebutuhan aqiqah

Selain aspek keagamaan, aqiqah juga memiliki nilai sosial dan kemanusiaan, di mana daging kurban dapat membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu.

Untuk melakukan aqiqah, ada banyak kebutuhan aqiqah yang harus orang tua persiapkan. Apa saja? Yuk cari tahu!

Jenis Hewan Aqiqah

Berikut adalah beberapa jenis hewan yang umum digunakan dalam aqiqah:

Domba

domba-aqiqah
domba aqiqah

Domba adalah hewan yang paling umum digunakan dalam aqiqah.
Domba yang digunakan haruslah domba yang tidak cacat dan memiliki usia tertentu, yaitu minimal satu tahun dan belum mencapai lima tahun.

Kambing

syarat-kambing-untuk-aqiqah

Selain domba, kambing juga sering digunakan dalam aqiqah.

Hukum penggunaan kambing sebagai hewan aqiqah sama dengan domba, yaitu harus dalam kondisi yang sehat dan tidak cacat, serta memiliki usia minimal satu tahun dan belum mencapai lima tahun.

Sapi

sapi
sapi

Meskipun jarang digunakan dalam aqiqah, sapi juga dapat dijadikan sebagai hewan kurban dalam aqiqah.

Namun, sapi yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yang sama seperti domba dan kambing, yaitu dalam kondisi yang sehat, tidak cacat, serta memenuhi usia minimal satu tahun dan belum mencapai lima tahun.

Unta

unta
unta

Bagi masyarakat di daerah tertentu, unta juga bisa digunakan sebagai hewan aqiqah, terutama dalam lingkungan yang memiliki budaya penggunaan unta dalam aktivitas sehari-hari.

Jumlah Hewan Aqiqah

Dalam ajaran Islam, tidak ada jumlah hewan yang ditentukan secara khusus untuk aqiqah.
Namun, ada beberapa pedoman yang bisa diikuti berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW dan praktik umum di masyarakat.

Baca juga:  6 Cara Memberi Nama Anak Yang Bagus Agar Tidak Menyesal

Secara tradisional, Nabi Muhammad SAW disunnahkan untuk menyembelih dua ekor domba sebagai aqiqah untuk seorang anak laki-laki yang baru lahir dan satu ekor domba untuk seorang anak perempuan yang baru lahir.

Namun, jika kondisi finansial tidak memungkinkan, satu ekor domba juga bisa menjadi pilihan yang sah untuk aqiqah.

Penting untuk diingat bahwa jumlah hewan aqiqah yang dipilih sebaiknya tetap sesuai dengan kemampuan finansial keluarga dan tidak membebani keuangan keluarga atau mengganggu kebutuhan dasar lainnya.

Aqiqah seharusnya merupakan amal yang diniatkan untuk mendapatkan pahala dan sebagai bentuk syukur, bukan sebagai beban yang memberatkan.

Prosedur Aqiqah

Prosedur aqiqah dapat bervariasi tergantung pada budaya dan tradisi setempat, namun secara umum, berikut adalah prosedur aqiqah yang dapat diikuti:

Menyediakan Hewan Kurban

Keluarga yang akan melaksanakan aqiqah harus menyediakan salah satu kebutuhan aqiqah yaitu hewan kurban yang sesuai dengan syarat-syarat dalam agama Islam.

Contohnya domba, kambing, sapi, atau unta yang sehat, tidak cacat, dan memenuhi usia minimal satu tahun (atau belum mencapai lima tahun, tergantung pada jenis hewan).

Niat dan Menyebut Nama Bayi

cara-aqiqah-sesuai-sunnah
cara aqiqah sesuai sunnah

Sebelum menyembelih hewan kurban, keluarga harus berniat secara jelas bahwa aksi ini dilakukan sebagai aqiqah untuk bayi yang baru lahir, dengan mengucapkan niat dalam hati atau secara lisan.

Selanjutnya, keluarga juga dapat menyebutkan nama bayi yang baru lahir ketika melaksanakan aqiqah, sebagai tanda pengenalan dan pemberian nama kepada bayi.

Penyembelihan

Hewan kurban harus disembelih dengan cara yang benar, yaitu dengan memotong urat leher hewan menggunakan pisau yang tajam dengan sekaligus.

Pada saat penyembelihan, keluarga juga bisa mengucapkan tasmiyah (bismillah) sebagai tanda bahwa tindakan ini dilakukan atas nama Allah.

Pembagian Daging

berbagi
berbagi

Setelah penyembelihan, daging hasil aqiqah dibagi menjadi tiga bagian.

Satu bagian untuk diberikan kepada fakir miskin, satu bagian untuk diberikan kepada kerabat dan tetangga, dan satu bagian untuk digunakan oleh keluarga sendiri.

Baca juga:  Peralatan MPASI Anti Mubazir, Yuk Dibaca Bunda!

Pembagian daging ini sebaiknya dilakukan secara adil dan merata.

Menyajikan hidangan

Daging hasil aqiqah bisa dimasak dan dihidangkan dalam bentuk menu aqiqahan untuk merayakan aqiqah.
Biasanya keluarga bisa mengundang kerabat, tetangga, dan orang-orang terdekat untuk merayakan bersama dan menjalani acara aqiqah.

Memberikan Sedekah

Selain pembagian daging kepada yang berhak, keluarga juga dapat memberikan sedekah atau sumbangan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bagian dari aqiqah.

Hal ini menjadi salah satu bentuk berbagi kepada sesama dalam merayakan kelahiran bayi.
Prosedur atau tata cara aqiqah dapat bervariasi tergantung pada praktik lokal dan budaya masyarakat

Namun prinsip dasarnya adalah mengorbankan hewan yang sesuai syariat Islam, membagi daging kepada yang berhak, serta menyajikan hidangan dan memberikan sedekah sebagai tanda syukur dan kebaikan atas kelahiran bayi.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Waktu pelaksanaan aqiqah dalam agama Islam adalah segera setelah kelahiran bayi.

Tidak ada batasan waktu yang ditentukan secara khusus dalam agama Islam untuk melaksanakan aqiqah, namun disunnahkan agar aqiqah dilakukan segera setelah kelahiran bayi, biasanya dalam beberapa hari pertama atau maksimal tujuh hari setelah kelahiran.

Hal ini didasarkan pada tradisi Nabi Muhammad SAW yang menyembelih hewan aqiqah untuk cucu-cucunya pada hari ketujuh setelah kelahiran mereka.

Namun, jika kondisi atau situasi tertentu menghalangi keluarga untuk melaksanakan aqiqah dalam waktu tersebut, aqiqah masih dapat dilakukan pada waktu yang lain, sesuai kemampuan dan ketersediaan hewan kurban.

Penting untuk diingat bahwa sebaiknya aqiqah dilakukan sesegera mungkin setelah kelahiran bayi, sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas anugerah kelahiran bayi tersebut.

Semakin cepat aqiqah dilaksanakan, semakin baik, sehingga keluarga dapat merasakan manfaat dan berkah dari pelaksanaan aqiqah dalam waktu yang sesuai.

Kesimpulan

Dalam rangka memahami dan melaksanakan aqiqah, penting untuk memperhatikan berbagai kebutuhan aqiqah mulai dari jenis hewan, jumlah hewan, prosedur pelaksanaan, serta waktu pelaksanaan sesuai dengan syariat Islam dan tradisi setempat.

Aqiqah merupakan salah satu bentuk syukur dan kebaikan atas kelahiran bayi yang diikuti dengan berbagi kepada sesama dan menjalani tata cara yang benar sesuai dengan ajaran agama Islam.

Bagikan
, , , , ,

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *