Yuvenil

Masuk
  • 00
  • 00
  • 00
  • 00

Dapatkan kode kupon DISKON 10%

Klik di Sini

Dapatkan Diskon 10% dengan memasukan kode kupon: "WELCOME10" saat pembayaran

Selengkapnya

Ketentuan Promo Kode Kupon WELCOME10

1. Kode kupon ‘WELCOME10” adalah diskon 10% untuk pembelian pertama.
2. Kode kupon berlaku sekali pemakaian untuk setiap pengguna.
3. Kode kupon tidak bisa digunakan berbarengan dengan kode kupon lainnya.
4. Kode kupon tidak berlaku untuk produk yang sedang Sale
5. Kupon hanya berlaku jika tidak ada produk yang sedang Sale di dalam keranjang belanja.
6. Kode kupon hanya berlaku untuk Subscribers yuvenil.com

6 Cara Merawat Bayi Baru Lahir di Rumah

Cara merawat bayi baru lahir di rumah merupakan tantangan yang dihadapi ayah dan bunda, terutama untuk sang bunda.

Ada banyak komponen yang harus dipelajari seperti puputan bayi, menyusui bayi, pola tidur bayi, buang air besar pada bayi baru lahir, mendandani bayi baru lahir, dan usia ideal bayi diajak bepergian.

cara-merawat-bayi-baru-lahir-di-rumah

 

Merawat bayi baru lahir tidaklah mudah, diperlukan usaha dan daya tahan lebih dalam mengasuh bayi bunda hingga dia mencapai tahap pemulihan.

Ke sini untuk membaca perlengkapan bayi apa saja yang diperlukan ketika bayi lahir.

Walaupun begitu, mengurus bayi baru lahir adalah sesuatu yang menyenangkan. Apalagi ini pengalaman pertama bunda dalam merawat bayi baru lahir.

Berikut ini adalah cara merawat bayi baru lahir di rumah:

 

1. Puputan Bayi

Tali pusar bayi berfungsi menjadi penghubung plasenta ke aliran darah bayi yang membawa nutrisi dan oksigen.

Sewaktu dalam kandungan, tali pusar memegang peran penting dalam berlangsungnya kehidupan bayi. Ketika bayi terlahir ke dunia,tali pusar tidak lagi berfungsi sebab bayi dapat memperoleh nutrisi langsung dari bunda, yaitu melalui Air Susu Ibu.

Cara merawat tali pusar bayi gampang-gampang susah.Bunda dituntut untuk telaten dalam menjaganya hingga benar-benar puput (lepas).

 

1.a. Cara Merawat Tali Pusar Bayi

Selalu menjaga kebersihan tali pusat bayi. Ketika bunda sedang membersihkan bayi dengan air dan tali pusat terkena air tersebut, maka harus segera dikeringkan. Bunda dapat memakai kain kasa atau lap kecil yang bersih.

Agar meminimalisir tali pusat bayi terciprat dengan air, maka untuk membersihkan badan bayi sebaiknya dilap dengan menggunakan air dengan suhu yang tidak terlalu dingin. Usahakan tali pusar bayi tidak basah dan lembab supaya mencegah terjadinya infeksi.

Kain kasa yang menempel pada tali pusat sebaiknya diganti secara rutin. Minimal sehari sekali supaya mencegah terjadinya infeksi atau tali pusat bayi menjadi bernanah.

Tali pusar bayi sebaiknya dibiarkan terlepas sendiri. Bunda jangan mencoba melepas sendiri dengan cara menariknya.Tali pusar bayi lepas memakan waktu hingga 1-2 minggu.

Berikut video cara merawat tali pusar.

1.b. Pusar Bayi Bernanah Setelah Puput

Setelah puput atau lepas, tali pusar bisa saja bernanah jika sebelumnya bunda melepaskan sisa tali pusar dengan cara menariknya,tidak lepas dengan cara alami.

Bisa juga karena bunda kurang bersih ketika membersihkan sisa luka di pusat bayi sehingga lembab dan terinfeksi jamur.

Maka dari itu, bunda harus telaten dalam membersihkan sisa tali pusat bayi. Kain kasa yang menutupi tali pusat juga harus sering diganti.

 

2. Menyusui Bayi

ASI sangat berperan di tahun-tahun pertama kehidupan bayi. Air Susu Ibu memberikan bayi makanan yang optimal untuk tumbuh kembangnya.

Sebagai orang tua baru, sebaiknya bunda mengetahui waktu menyusui bayi baru lahir.

Biasanya bayi baru lahir disusui sekitar 8 hingga 10 kali sehari selama beberapa minggu pertama, setiap 2 jam sekali.

Salah satu indikator bahwa anak menyusui dengan baik adalah ketika dia buang air besar lebih dari 3x sehari.

Untuk ibu baru, tentu harus mengetahui cara menyusui bayi baru lahir. Posisi menyusui bayi sangat menentukan di sini.

 

Posisi menyusui yang benar bukan hanya akan memudahkan bayi dalam proses menyusui, tetapi juga membantu ibu agar tidak cepat lelah, sakit pinggang, pegal-pegal dan sebagainya.

Salah satunya adalah posisi cradle hold . Posisi ini banyak dipakai para ibu. Sering disebut juga posisi klasik dalam menyusui, dimana kepala bayi akan berada di salah satu tangan ibu.

 

Jika bayi disusui pada payudara sebelah kiri, maka tangan bunda akan menopang kepala bayi di sebelah kiri juga.

Apabila belum terbiasa, bunda bisa memakai bantal menyusui dalam menopang bayi.Itu akan memudahkan bunda ketika akan menyusui.

Proses menyusui sendiri tidak bisa diremehkan kekuatannya. Itu akan semakin mengeratkan hubungan antara bunda dan bayi. Ketika menyusui ada rasa sayang yang diberikan bunda kepada bayi.

 

3. Pola Tidur Bayi

Pola tidur bayi baru lahir juga salah satu faktor yang harus diperhatikan orang tua baru.

Jangan kaget ketika bayi yang baru lahir menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk tidur.

Jam tidur bayi sangat sering, bahkan bisa mencapai sekitar 12 hingga 20 jam sehari.

Ketika lahir, bayi harus menyesuaikan waktu tidurnya ketika masih dalam perut ibu dan ketika sudah terlahir di dunia.

Oleh karena itu, selama proses adaptasi berlangsung, bayi baru lahir akan tidur dengan waktu yang tidak sebentar. Dan itu sangat normal.

Jam tidur bayi perlahan berubah seiring bertambahnya usia bayi.

Sewaktu bayi masih sering tidur, bunda sebaiknya mengingat jadwal pemberian ASI supaya tidak terlewat. Bayi tetap dibangunkan agar proses menyusui tidak terlewat.

Ketika bayi tidur, usahakan ibu juga harus ikut tidur dan beristirahat. Merawat bayi baru lahir memerlukan energi yang sangat banyak. Apalagi jika malam hari harus begadang menjaga bayi.

 

4. Buang Air Besar Pada Bayi Baru Lahir

Untuk mengetahui bayi anda sedang buang air besar sangatlah mudah. Itu akan terlihat dari ekspresinya yang lucu.

Wajah bayi akan terlihat merah padam sambil menangis sembari menggerakkan kakinya.

Frekuensi buang air besar pada bayi pun cenderung lebih sering, terutama untuk bayi yang mengkonsumsi ASI. Frekuensinya bisa lebih sering dibandingkan dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula.

 

Bayi baru lahir sering bab masih dikatakan wajar selama bayi tidak ada indikasi yang membahayakan tinjanya.

Warna feses bayi pun bermacam-macam. Itu dapat menggambarkan kondisi kesehatan bayi.

 

Jika Feses bayi berwarna hitam maka itu wajar dialami bayi baru lahir dan itu berlangsung tidak lama, hanya beberapa hari.

Feses bayi yang berwarna kuning kecoklatan lebih sering dialami oleh bayi yang mengkonsumsi Air Susu Ibu.

Feses bayi berwarna merah jika ibu memberikan makanan yang berwarna merah seperti buah bit, buah naga dsb.

 

Tapi warna merah pada tinja juga bisa mengindikasikan adanya infeksi pada pencernaan bayi.

Konsultasikan ke dokter bila bunda tidak memberikan bayi makanan yang berwarna merah tapi warna fesesnya merah.

 

Warna feses bayi untuk bayi yang mengkonsumsi susu formula biasanya berwarna coklat kehijauan.

Selain perlu mengetahui warna feses bayi, orang tua baru juga harus mengetahui cara mengatasi sembelit pada bayi . Hal itu bisa saja terjadi pada bayi.

 

Jika bayi bunda memakai susu formula, cobalah ganti merknya karena bisa jadi merk itu tidak pas dengan anak bunda atau dari takarannya pun bisa menjadi penyebab bayi sembelit.

Jangan gunakan obat pencahar sebab itu beresiko untuk kesehatan bayi bunda. Segeralah konsultasikan ke dokter apabila itu sudah terjadi selama beberapa hari.

 

5. Mendandani Bayi Baru Lahir

Orang tua baru pasti sangat bersemangat untuk mendandani bayi mereka dengan berbagai model baju bayi lucu.

Tapi hal yang paling penting adalah berilah baju yang nyaman dipakai. Pilihlah bahan yang adem, bisa menyerap keringat dan tidak panas.

Biasanya bahan dari katun sangat nyaman dan aman dipakai bayi.

Jangan sampai bayi anda mengalami alergi atau gatal-gatal karena memakai baju yang bagus dan lucu modelnya tetapi bahannya tidak enak dipakai.
Bunda bisa menambahkan topi bayi supaya bayi tetap hangat, apalagi jika harus keluar rumah.

 

Selain itu, salah satu perawatan bayi baru lahir adalah memakai bedak. Bedak bayi yang bagus yaitu bedak yang mempunyai ph yang sama dengan kulit bayi. Sehingga tidak menimbulkan alergi atau gatal-gatal.

Mendandani anak anda sebaik mungkin itu bukan hal yang salah tetapi jangan sampai berlebihan. Kenyamanan bayi tetap yang utama.

 

6. Usia Ideal Bayi Diajak Bepergian

Membawa bayi bunda yang baru lahir jalan-jalan mungkin menyenangkan.

Bunda mungkin bertanya-tanya berapa usia ideal bayi diajak bepergian. Biasanya bayi di atas 3 bulan sudah bisa dan aman untuk dibawa bepergian.

Namun, tempat tujuan bunda dan bayi bepergian harus diperhatikan karena tidak semua tempat cocok untuk bayi apalagi jika bayi baru lahir.

Bayi baru lahir sangat rentan dengan virus dan penyakit yang menyebar di luar sana. Apalagi daya tahan mereka juga masih sangat lemah.

Jika bunda merasa tempat itu aman untuk bayi , maka silahkan bunda membawa bayinya.

Tetapi jika kurang kondusif seperti banyaknya keramaian orang, ada asap rokok, dll maka lebih baik tidak dibawa dulu.

 

Hindari bayi bunda dari orang yang sedang sakit karena ia rentan tertular. Jauhkan juga dari paparan sinar matahari secara langsung karena akan melukai kulit bayi.

Sebaiknya untuk bulan-bulan awal, bayi bunda berdiam dulu di rumah hingga daya tahan tubuhnya kuat. Kecuali jika ada hal mendesak seperti harus ke rumah sakit misalnya.

 

Kesimpulan Cara Merawat Bayi Baru Lahir di Rumah

Mengasuh bayi yang baru lahir dengan benar adalah suatu keahlian yang bermanfaat.

Suatu saat cara merawat bayi baru lahir di rumah ini akan menjadi pengalaman berharga ketika bunda mengurus bayi kedua, ketiga dst.

Dengan mengasuh dan merawat bayi bunda sendiri, bunda tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan bayi,tetapi bunda bisa menikmati waktu berkualitas dengan bayi bunda. Hubungan emosional pun lebih erat.

Bagikan
Tags: , , , , ,

Tinggalkan Komentar